Thursday, December 7, 2017

Adam Maulana, Arek Kenjeran Yang Ikut Mengantarkan Persebaya Juara Liga 2

Euforia keberhasilan Persebaya menjuarai Liga 2 dan lolos ke Liga 1 sampai saat ini masih dirasakan oleh masyarakat Surabaya. Setelah sekitar 6 tahun lamanya vakum, tahun 2017 ini menjadi momen kebangkitan Persebaya di kancah sepakbola nasional. Meski harus mulai dari Liga 2, Persebaya optimis kembali ke papan atas persepakbolaan nasional. Dan terbukti, dengan materi banyak pemain muda, Persebaya berhasil membuktikan kualitasnya di bawah tangan dingin pelatih Alfredo Vera.

Adam berpose seusai mengantar Persebaya Juara Liga 2
Salah satu pemain muda yang mendadak menjadi pilar utama dan tanpa diduga tampil di final saat melawan PSMS Medan lalu yaitu Adam Maulana. Berawal dari obrolan iseng kami tentang Adam, kamipun memutuskan untuk mencoba menjalin komunikasi dengan dia. Dan Alhamdulillah dia merespon positif keinginan kami untuk ketemu. Jadilah kami janjian ketemu di daerah Tunjungan.
 

Adam di depan suporter persebaya
Obrolan dimulai dengan cerita mengenai bagaimana pengalaman saat pertandingan final kemarin, “Pas final itu kita udah nggak ada beban mas, jadi kami bisa main lepas karena target lolos liga 1 sudah tercapai. Kalo menang ya dapet bonus juara, kalah ya bakal tetep lolos”. Menurut dia, beban berat justru dirasakan saat pertandingan semifinal melawan Martapura FC. Disitu dia dan pemain lainnya merasakan tekanan yang luar biasa.


Arek Sukolilo Kenjeran ini bercerita dia ada darah pesepakbola dari ayahnya, meski ayahnya bukan pemain profesional, hanya sekelas pertandingan gala desa. Ayahnya pun ikut nonton langsung saat pertandingan final kemarin, dan mereka sempat berfoto di lapangan.

Baru-baru ini Adam mendapatkan beasiswa kuliah dari Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya atas prestasinya bersama Persebaya. Dia mengaku pas SMA memang sekolah di SMA Muhammadiyah.

Anak kedua dari 3 bersaudara ini mengaku bangga dan sangat senang bisa menjadi bagian dari skuad Persebaya meraih juara Liga 2. Saat ditanya bagaimana awal mula dikontrak Persebaya, Adam mengaku kaget. “Waktu itu pas saya dikabari kalo mau dikontrak Persebaya, ah saya pikir pasti hoax ini”, kata Adam. Tapi ternyata kabar tersebut benar, dia termasuk salah satu dari pemain magang yang dikontrak oleh Persebaya pada putaran kedua. Sebelum itu, dia juga sempat membela PS Kota Pahlawan (Kopa).

Adam saat membela PS Kota Pahlawan
Alumnus klub internal Persebaya, Al-Rayyan ini menjalani debut untuk Persebaya saat pertandingan away melawan Madiun Putra, saat itu dia masuk di menit-menit akhir pertandingan. Total sebanyak 5 caps dia bukukan untuk Persebaya. Dia mengaku memilih nomor 14 di Persebaya karena mengidolakan pemain Real Madrid Casemiro. Kami sering mendengar dia disebut dengan ‘Pogba’, pas kami tanya dia menjawab “Wah saya juga nggak tahu itu mas dari mana, kalo ada orang ketemu manggil saya Pogba ya saya cuekin, wong saya nggak ngerasa hehe..tapi kalo dipanggil Casemiro, noleh saya mas..hahaha”

Ada catatan unik mengenai Adam di Liga 2 lalu, dia menjadi kapten termuda Persebaya saat gelaran Liga 2 lalu (Rachmat Irianto berusia 17 tahun saat mengenakan ban kapten, namun hanya di pra musim). Hal tersebut terjadi saat pertandingan melawan PS Mojokerto Putra di babak 8 besar, saat itu Rendy Irwan akan digantikan pemain lain, dia menghampiri Adam dan langsung memaksa Adam mengenakan ban kapten.

Adam beraksi saat pertandingan
Saat kami tanya perihal hal tersebut, dia menjawab “Halah itu kapten dagelan mas..haha, Mas Rendy itu tiba-tiba datengin saya langsung maksa saya pake”.  Meski dianggap dagelan, namun pemberian ban kapten itu terasa istimewa karena di pertandingan tersebut pertama kali Adam bermain penuh selama 90 menit.

Terakhir, kami menanyakan apa mimpi Adam selanjutnya, “Tentu saya pengen bawa Persebaya juara Liga 1 dan masuk tim nasional mas”, pungkasnya. Selanjutnya kami meminta Adam untuk berfoto bersama dan menanda-tangani jersey Persebaya milik kami.

Member SJC berfoto bersama Adam


No comments:

Post a Comment