Friday, September 2, 2016

Anjangsana 2016 Malang - Rekreatif Dan Produktif

Untuk kali kedua ke Malang sekaligus kali pertama di 2016, Minggu 28 Agustus kemarin kami ber-Anjangsana kembali. Pagi hari kisaran pukul delapan kami berkumpul bersama dan mengadakan briefing singkat mengenai tujuan utama kampanye ini tepat sebelum tret..tet..tet ke Malang. Kisaran tengah hari kami touchdown di kota tetangga. Kami segera disambut oleh beberapa kawan Komunitas Jersey Malang (KJM) yang turut pula tampak hadir kawan yang sangat familiar dengan kami, mas Tatok selaku ketua KJM. Agenda siang hari sebelum bal-balan kami berkumpul santai di salah satu tempat cangkruk di daerah Rajekwesi. Suasana kekeluargaan yang tanpa sekat sangat terasa, kami berbincang ngalor-ngidul dengan kawan-kawan KJM mengenai visi-misi dan rencana-rencana yang akan kami lakukan kedepannya. Beberapa agenda sudah kami tetapkan, yang akan turut melibatkan kerjasama kedua belah pihak, menarik untuk dinanti.

Yang lebih penting lagi ialah nilai luhur mempererat silaturahmi antar member KJM-SJC secara langsung yang sebelumnya mungkin hanya melalui media sosial atau bahkan belum mengenal sama sekali. Ya, sesuai dengan tagline Anjangsana 2016: "Berbaur, Melebur, Sedulur". Kurang lebih 2 jam kami bercengkerama santai dan akrab. Setelah itu, saatnya berangkat ke lapangan tempat pertandingan. Kisaran pukul 2 siang kami sampai di Lapangan Universitas Brawijaya, di kawasan Puncak Dieng yang baru saja diresmikan tanggal 12 Agustus 2016, sehingga konon kabarnya pertandingan antara SJC melawan KJM ialah pertandingan pertama di lapangan tersebut, alias mbabat alas.

Jalannya Pertandingan KJM vs SJC

Pukul 3 tepat kami memulai pertandingan dengan terlebih dahulu melakukan foto bersama. Pertandingan sendiri dilakukan dalam 4 babak masing-masing 30 menit. Kick off! SJC langsung menekan dan unggul cepat 2 gol yang dicetak oleh Surya Wijaya dan penalty Ferdy Sinarito. Tim tuan rumah tidak tinggal diam. Berbekal umpan-umpan akurat dan kecepatan lini serangnya, KJM mulai menekan
dan mampu membalik keadaan dengan 3 gol beruntun. Skor 3-2 untuk tuan rumah bertahan hingga usai babak pertama. Babak kedua dimulai dan SJC kembali menguasai pertandingan. Berbekal kekuatan lini tengah, SJC mendominasi dan membalikkan kedudukan menjadi 3-6 berkat tambahan gol dari Ferdy Sinarito, Kris Wahyudi, David Sadega dan Luckman Haqim menutup pertandingan babak kedua.


Babak ketiga berlangsung sama kuat. Beberapa kali benturan keras, kartu kuning dan teguran dari wasit mulai tampak. Tapi sportivitas dan tujuan utama pertandingan tetap terjaga. Seperti misi awal kami semua, bahwa terlepas dari apapun hasil pertandingan, menang kalah dalam sepak bola itu hal biasa, Tapi yang luar biasa ya kekeluargaannya dan itulah benar-benar tampak pada Anjangsana kali ini. Tawa lepas dan saling canda masih sempat terjadi selama pertandingan. Tanpa gol di babak ketiga skor masih tak berubah 3-6 untuk keunggulan SJC.


Babak keempat, babak terakhir pertandingan, cuaca mendung dan gerimis kecil mulai hadir. Dan kami benar-benar merasakan atmosfer kota Malang yang sejuk dan menyenangkan. Suatu hal yang selalu kami rindukan untuk kembali bertandang. Bermain bola di lapangan yang indah, suasana mendung dan gerimis kecil, udara yang sejuk di dataran tinggi, dan bercengkerama bersama kawan-kawan se-hobi...Nikmat Tuhan mana yang bisa kami dustakan?!

Kedua tim saling bertukar serangan dan pertandingan berakhir dengan kemenangan Surabaya Jersey Community dengan skor 9-5. Gol tambahan dicetak kembali oleh Ferdy Sinarito menggenapi hattrick-nya, dan 2 gol dari Kris Wahyudi yang juga membukukan hattrick pada Anjangsana kali ini. Peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan disusul dengan acara seremonial penyerahan piagam pertandingan oleh KJM yang diwakili oleh mas Tatok Widi selaku ketua komunitas, diserahkan kepada Pakde Wisnu selaku anggota senior dari SJC. Hujan deras mengguyur dan menyudahi silaturahmi di lapangan.





Tak lantas pulang, rombongan SJC dan KJM kembali ke perhentian di lokasi cangkruk di daerah Rajekwesi yang sudah dihinggapi siang harinya. Ngopi dan ngobrol episode keduapun menjadi agenda yang wajib setelah berkeringat dan bertanding di lapangan. Kali ini suasana jauh lebih cair dan informal. Kisaran 21.30 akhirnya kami bersiap untuk kembali ke Kota Pahlawan dengan rasa dan cerita yang tiada dua. Kami telah menunaikan kampanye yang kami gagas ini dengan pencapaian yang maksimal meskipun belum dapat dikatakan sempurna. Mengelaborasi kerangka utama kami #WaniMetu, Anjangsana yang berarti temu kangen mampu kami wujudkan menjadi instrumen penting dan berfungsi sebagai fondasi utama komunitas ini. Kekeluargaan! Bagi kami tak ada artinya koleksi jersey yang berjejer dan memenuhi lemari tanpa "nyawa" silaturahmi di dalamnya. Kami yakin di kampanye rekreatif ini kami telah membawa pulang sesuatu yang bisa sangat bermanfaat untuk berbagai kegiatan kami nanti. Kami merasa siap untuk menjadi semakin produktif. Terima kasih dulur-dulur KJM atas sambutan hangat, waktu, keripik tempe, pisang, air mineral, tenaga, usaha dan segala daya upaya persaudaraan anda untuk turut mensukseskan Anjangsana 2016 Malang kali ini. Kami tunggu kedatangannya di Surabaya! -bjw/sjc-