Saturday, May 23, 2015

#WaniMetu

 

#WaniMetu merupakan sebuah slogan aksi yang akan menjadi kerangka utama (mainframe) dalam mengawali banyak kampanye kami kedepan. Kampanye-kampanye sederhana yang bisa kami lakukan sebagai wujud atas tujuan utama komunitas kami, yaitu sumbangsih dalam skala apapun yang kami mampu untuk persepakbolaan Surabaya.

Berasal dari bahasa Jawa Suroboyoan "Wani = Berani" dan "Metu = Keluar", atau "Berani Keluar". Menyimbolkan keberanian kami untuk bergerak dan menolak berdiam menjadi komunitas yang pasif dan sunyi. Kami SJC, dengan banyak deliberasi dan perbincangan warung kopi, telah menggodok beberapa atau banyak rencana "Jersey Campaign" yang akan kami realisasikan secara progresif dan segera!

Diawali dengan slogan #WaniMetu, bulat sudah tekad kami untuk selangkah lebih maju dalam kampanye pergerakan yang melibatkan jersey sepakbola di dalamnya. Bukan sekadar seremonial, bukan gegap gempita, sebaliknya dengan segala keterbatasan dan kesederhanaan, kami ingin menjadi komunitas yang memiliki fungsi dan peran dalam hal yang kami cintai, Sepakbola dan Surabaya!

Akan banyak agenda kami kedepan, dan oleh karena itu selalu ikuti perkembangangannya via notifikasi e-mail dengan cara subscribe artikel kami di bagian kanan bawah halaman Blog SJC (khusus desktop version). Setiap artikel baru dari kami akan secara langsung diinformasikan ke alamat email dulur-dulur sekalian yang telah mendaftarkan alamat e-mailnya.

Matursuwun dulur, Salam Silahturahmi! -SJC-
#WaniMetu #TekoJerseyDadiSeduluran #JerseyCampaignSJC

Friday, May 22, 2015

Corner Clean Bersama Otavio Dutra di Car Free Day

Otavio Dutra bersama Bung Sandy "Gibol" saat sosialisasi Corner Clean.
Minggu 18 Mei 2015 yang lalu, kami SJC turut berpartisipasi mendukung acara yang digagas oleh World Soccer Suzana FM, dalam kaitannya untuk sosialisasi peningkatan awareness terhadap kebersihan lingkungan dengan instrumen sepak bola. SJC merasa memiliki visi dan tujuan yang sama dengan kampanye ini sebagai wujud sumbangsih terhadap kota tercinta kami. Tentunya dengan kapasitas yang kami punya dan masih tetap berkaitan dengan persepakbolaan Surabaya.

Pagi itu di Car Free Day area Jalan Darmo Surabaya, kami berkumpul kurang lebih Pk.06.20 dan menemui penggagas kampanye, bung Sandy “Gibol”. Sempat cukup kecewa ketika ia menyatakan bahwa dari 5 pemain yang diundang, ternyata tidak satupun yang melakukan konfirmasi hadir. Namun tidak menjadi masalah, kami tidak beranjak dan tetap konsisten dengan tujuan awal untuk berpartisipasi. Sebagai informasi, Corner Clean  sebelumnya telah menghadirkan figur persepakbolaan Surabaya atau setidaknya yang pernah terlibat dalam sejarah persepakbolaan Surabaya. Nama-nama seperti Fandi Eko Utomo dan Danilo Fernando-pun pernah turut berkeliling di Car Free Day membawa keranjang sampah dan memungut sampah-sampah  yang tercecer, sekaligus sebagai role model untuk menumbuhkan kepedulian pengunjung terhadap kebersihan lingkungan.
 
SJC bersama Otavio Dutra di Car Free Day 18/05/2015.
Kurang lebih pada Pk. 08.30, kampanye segera dimulai, tetap dilanjutkan dengan atau tanpa ambassador pesepakbola. Namun tak lama setelah itu, figur yang dinantipun muncul, Otavio Dutra merapat dulur!! Seorang pemain berkebangsaan Brasil yang telah malang melintang namanya di jagad persepakbolaan Nasional dan telah membela beberapa klub besar tanah air mulai dari Persebaya 1927, Persipura Jayapura, Persegres Gresik, dan terakhir Persebaya Surabaya yang berlaga di kompetisi ISL. Sontak kami menyambut gembira sekaligus surprise dengan kehadirannya. Beruntung bagi kami, ternyata pada last minutes, Otavio Dutra menyanggupi untuk hadir dan berpartisipasi.

Lebih beruntung lagi, entah karena ada firasat apa, tanpa informasi dan tanpa direncanakan, kami membawa jersey Joma home dan away Otavio Dutra ketika ia membela Persebaya 1927 pada era LPI 2010. Kebetulan yang luar biasa, mengingat pula kami cukup mengidolakan Dutra sejak pertama kali ia menginjakkan kaki di Surabaya dan bermain untuk Persebaya 1927.
 
Kami sudah menganggap Dutra sebagai arek Suroboyo dan turut menjadi bagian esensial dalam sejarah panjang persepakbolaan Surabaya. Serempak setelahnya, kami mulai berjalan menyusuri sebagian kawasan Jalan Darmo, berkeliling membawa tong dan keranjang sampah, dan mulai untuk memungut sampah-sampah yang berceceran di sekitaran. Bersama dengan Otavio Dutra  dan kawan-kawan lain yang berpartisipasi, kami berarak keliling dan akhirnya kembali ke tempat perhentian awal kami setelah selesai. Cukup membuat kami berkeringat dan membakar kalori ;)

Acara tersebut ditutup dengan sesi penyerahan hadiah bagi partisipan dan berfoto bersama. Bagi kami SJC, tidak sampai di situ, melainkan tentunya wajib untuk menandatangankan jersey koleksi kami! Momen yang cukup lama telah dinanti dan akhirnya tiba juga. Dutra membubuhkan tanda tangannya, dan bersedia dengan sangat ramah melakukan obrolan singkat dan berfoto bersama kami. Obrigado Otavio! Matursuwun! :)

Yang terakhir, perlu kami tekankan bahwa kami tidak berminat dan tidak ingin terlibat ke dalam perselisihan, gonjang-ganjing dan sentimen-sentimen yang melibatkan berbagai kubu di persepakbolaan Surabaya. Sebagai komunitas yang egaliter dan mengakomodir berbagai pandangan, kami menyadari keterbatasan kompetensi dan kapasitas kami dalam hal tersebut. Kami tetap berfokus pada hal yang kami kuasai sekaligus memantapkan diri sebagai komunitas jersey  dan melakukan pergerakan yang berkaitan dengannya. Hanya itu, tidak lebih dan tidak kurang! Hanya nama Surabaya yang kami usung, tanpa embel-embel lain! Salam Satu Nyali dulur! -SJC-

Wednesday, May 20, 2015

Serba-Serbi Jersey 2008/09 Persebaya Surabaya

Andik Vermansyah bersama Mat Halil. Mengenakan jersey home versi Liga.

Lazimnya dalam dunia jersey kita mengenal perbedaan varian jersey suatu tim dalam satu musim berjalannya kompetisi. Umumnya kita pasti pernah mendengar istilah Original Fans Version, Original Replica, Player to Replica, Player Issue, Match Issue, Bench Worn, Dan tentunya tingkatan tertinggi dalam dunia jersey yaitu Matchworn.

Jersey Home versi Liga
Seperti yang saya sebutkan diatas bahwa jenis jersey tersebut diatas tentunya memiliki perbedaan masing – masing disetiap detailnya. Mungkin dari sebagian besar kita semua sudah mengetahuinya. Namun bukan ini yang hendak kita bahas secara spesifik.

Tema yang akan kita bahas ialah mengenai keunikan dari jersey kebesaran tim kebanggaan Arek Suroboyo: Persebaya Surabaya musim kompetisi 2008/09. Pada musim tersebut Persebaya mengikuti kompetisi kasta kedua di Indonesia dibawah naungan federasi yang sah pada saat itu, yaitu Divisi Utama atau pada saat itu dikenal dengan “Liga Esia”.

Jairon dengan Jersey home versi coppa
Ya, karena pada saat itu Liga Divisi Utama di sponsori oleh suatu perusahaan telekomunikasi milik keluarga Bakrie tersebut. Selain itu Persebaya Surabaya juga mengikuti kompetisi Piala Indonesia yang pada tahun tersebut lebih terkenal dengan nama “Coppa Dji Sam Soe” karena memang pada tahun tersebut gelaran Piala Indonesia di sponsori oleh salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.


Jersey Training
Lazimnya sebuah klub dalam setiap musim akan mengikuti dua kompetisi sekaligus dan sudah selayaknya sebuah tim memiliki beberapa spare jersey untuk setiap laganya. Namun uniknya Persebaya mensiasati hal tersebut dengan menambah jenis jersey, bukan menambah banyaknya jumlah satuy varian jersey. Bayangkan saja Persebaya memiliki 5 jenis jersey ditahun ini, tidak seperti klub – klub peserta liga lainnya yang rata – rata hanya memiliki 3 jenis jersey yaitu home, away, dan jersey latihan yang juga sering digunakan sebagai jersey ketiga apabila kondisi diperlukan. Sepanjang pengamatan saya, kelima jenis jersey Persebaya pada musim itu adalah : Home-Away (Liga Esia), Home-Away (Coppa Dji Sam Soe), dan satu jenis jersey training.

Pemain Persebaya mengenakan jersey Away versi Liga.

Karena pada musim tersebut Persebaya menggunakan 5 jenis jersey jadilah bermacam–macam rupa kita temui perbedaan dan spesifikasi masing-masing jersey tersebut. Beberapa diantaranya dapat saya ulas sbb:

Crest (Emblem) PSSI, pada tiap jersey berbeda. Dari contoh jersey yang saya punya, masing-masing memiliki crest yang berbeda. Konon crest seharusnya adalah jenis woven label karena itu sudah dipasok dari PSSI selaku federasi yang menaungi liga. Karena jumlah yang diberikan oleh PSSI sangat terbatas maka dibuatlah demikian oleh Persebaya dengan bordir (berdasar info dari staff perlengkapan Persebaya pada saat itu). Berbeda lagi dengan yang dijual resmi dan bebas disebuah toko olahraga terkemuka SS. Pada jersey ini bentuk lambang PSSI sangatlah berbeda.
                                                
Crest (Emblem) Persebaya, pada tiap jersey berbeda. Dari contoh jersey yang saya punya masing – masing memiliki crest yang berbeda. Konon crest seharusnya adalah jenis wovenlabel karena pada saat awal kompetisi Persebaya sudah mempersiapkan wovenlabel  untuk dipasang pada jersey Persebaya. Karena pada saat itu pemesanan hanya sedikit dan terbatas maka dibuatlah demikian oleh Persebaya dengan bordir (berdasar info dari staff perlengkapan Persebaya pada saat itu, dan jersey ini hanya untuk latihan saja yang menggunakan crest bordir) “Alasan klasik menurut saya, yaitu perhitungan yang kurang mantap Cak!” . Berbeda lagi dengan yang dijual resmi dan bebas disebuah toko olahraga terkemuka “SS”. Pada jersey ini bentuk lambang Persebaya sangatlah berbeda.

Sponsor AIM Biscuits, pada setiap jersey berbeda. Entah apa yang melatar belakangi ini karena pada saat bertemu staff Persebaya tersebut saya belum menyadari adanya perbedaan sponsor pada AIM Biscuits. Ada versi sablon dan ada versi bordir. Bisa jadi pada saat itu produsen  kehabisan tinta sablon :)

Jenis Font Nomer Punggung, pada tiap jersey berbeda. Tidak ada model baku jenis font untuk jersey musim ini, sering kali berubah termasuk model penempatan huruf-per-huruf untuk nama pemain yang terkadang berbentuk horizontal, dan terkadang juga berbentuk curva. Untuk hal ini awalnya saya tak memperhatikan. Namun setelah mendapat jersey dari kawan yang juga seorang alumni Persebaya, saya mulai menyadarinya. Ya, mungkin pekerja bordir pada saat itu mulai mengantuk dan lelah, atau malah bisa diasumsikan ingin membuat sebuah inovasi agar berbeda antara jenis jersey yang satu dengan yang lain.

Mungkin sejauh ini, demikian saja yang bisa saya bagikan mengenai keunikan jersey Persebaya pada musim tersebut. Mungkin ada yang menambahkan?! *Terlampir pula beberapa foto koleksi yang saya miliki hingga sekarang.
Forza SJC! Teko Jersey dadi Seduluran!
SJC #WaniMetu


Sekilas Tentang Kontributor:

Artikel ini merupakan bentuk partisipasi dari seorang kawan kami, Nuskhi Bima. Penulis merupakan seorang kolektor jersey Ligina, banyak diantaranya mengoleksi jersey Persebaya berbagai musim.

SJC banyak berkorespondensi dengan penulis baik sebelum maupun sesudah Blog ini dipublikasikan. Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangsih anda dalam Blog ini.
-SJC-